Awalnya di masa pemerintahan orde
baru, media di Indonesia sangat diawasi dengan ketat oleh pemerintah,
bagi media yang memberitakan sesuatu yang tidak baik terhadap pemerintah, maka
nantinya media tersebut akan di bredel oleh dewan penerangan. Begitu terhambatnya
gerak-gerik media dalam memberikan informasi terhadap masyarakat.
Berbeda
dengan saat ini, media tidak lagi diawasi ketat oleh pemerintah, media saat ini
telah menjadi pilar keempat demokrasi sehingga media bebas menyampaikan semua
berita, dan mediapun semakin menunjukkantaringnya terhadap pemberitaan untuk
masyarakat. Ternyata saat ini media telah kebablasan dalam memberitakan suatu
berita kepada masyarakat.
Media
memiliki kekuatan penuh dalam mengubah hidup seseorang mapun kelompok, media
dapat menggiring opini publik sesuai keinginan media itu sendiri. Media bisa
membuat orang kaya akan informasi dan menghibur seseorang, tapi sebaliknya
media juga dapat membuat hidup seseorang jadi terbelenggu dan tertekan, membuat
orang dikucilkan dari lingkungan hidupnya.
Seperti
halnya kasus “kopi maut” yang beberapa waktu ini hangat diperbincangkan
di setiap media khususnya di Indonesia, baik itu media cetak, elektronik maupun
media sosial juga portal berita online. Berita ini telah menjadi berita utama
di berbagai media cetak dan menjadi topik utama pada program berita televisi.
Pada
pemberitaan kasus ini, saya merasa media telah membuat hidup jesica dikucilkan
oleh lingkungannya, media telah membuat hidup sesorang menjadi tertekan dan
tidak dapat bergerak bebas untuk beraktifitas dan menjalankan rutinitas
kehidupan sehari-harinya.
Media
telah menggiring opini publik bahwa yang telah menaruh racun dalam minuman kopi
untuk Mirna itu adalah Jesica. Dan masyarakat pun juga telah banyak teracuni
pikirannya oleh media, meskipun pada kenyataannya tidak semua media
memberitakan demikian tapi secara umum sebagian besar media melakukannya.
Setiap
hari wartawan mendatangi rumah Jesica, sehingga membuat wanita ini menjadi tertekan,
padahal waktu itu polisi belum menyatakan kalau Jesica ini sebagai tersangka
pembunuhan. Namun seakan-akan media menyatakan secara tidak langsung bahwa
Jesica ini adalah tersangkanya. Sampai-sampai Jesica mengungsikan diri ke hotel
untuk menghindari wartawan.
Tindakan
yang dilakukan oleh media ini telah melanggar Undang-Undang Pers dan
Jurnalistik, Kode Etik Jurnalistik adalah himpunan etika profesi
kewartawanan, kode etik yang dimaksud antara lain sebagai berikut:
1. Menginformasikan atau menyampaikan yang benar, tidak
berbohong dan merekayasa atau manipulasi fakta. Dalam Q.S. Al-Hajj:30
disebutkan yang artinya”…dan jauhilah perkataan-perkataan dusta.
2. Meneliti kebenaran berita/fakta sebelum di
publikasikan alias melakukan chek and recheck.
3. Hindari olok-olok, penghinaan, mengejek, atau caci
maki sehingga menumbuhkan permusuhan dan kebencian.
4. Hindarkan prasangka buruk (suuzhan). Dalam istilah
hukum, pegang teguh “asas praduga tak bersalah” (Asep Syamsul, 2009 :124).
Tapi
saya melihat bahwa keempat kode jurnalistik ini, tidak terlalu diperhatikan dan
dihayati oleh sejumlah wartawan, karena saat itu Jesica belum ditetapkan
sebagai tersangka, tapi yang dilakukan wartawan terhadapnya seakan-akan Jesica
ini adalah tersangka dalam kasus ini. Sehingga wartawan telah menghilangkan
rasa nyaman seseorang untuk hidup dan tinggal di negaranya sendiri.
Belum
lama ini polisi telah menetapkan bahwa Jesica telah ditetapkan sebagai
tersangka pembunuhan terhadap Mirna, meskipun memang demikian, harusnya
wartawan tidak boleh dulu beranggapan bahwa seakan-akan Jesica ini adalah
seorang tersangka sebelum pihak yang berwenang telah menyatakan demikian.
Karena hal ini akan berdampak buruk terhadap kehidupan seseorang, kalau
seandainya Jesica bukan tersangka maka ini bisa jadi berbalik, Jesica lah yang
akan melaporkan hal yang dialaminya ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama
baik.
Jadi,
sebaiknya apabila belum di umumkan oleh pihak yang berwajib siapa tersangkanya,
media-media janganlah menggiring opini publik kepada hal-hal yang belum tentu
kebenarannya. Karena hal ini dapat menghancurkan hidup seseorang.








0 komentar:
Posting Komentar